terangnya cahayanya

terangnya cahayanya

Cuma itukah?

Cuma itukah?

 

Some of us get dipped in flat, some in satin, some in gloss; but every once in a while, you find someone who’s iridescent, and once you do, nothing will ever compare. 

tergila dalam mimpi dan khayal, akhirnya gw kembali ke dunia nyata. Saya tidak bisa menghindar untuk kali ini.

Dari gw masih kecil , yang gw ingat hanya gw keras kepala, mereka selalu berkata seperti itu terus menerus setiap kali aku mengeluarkan pernyataan dan pertanyaan. kadang gw eneg dengan ucapan mereka yang mengharuskan diri harus seperti ini dan itu, akhirnya mau ga mau, aku pun terikut. Aku menganggap diriku keras kepala. Kebiasaan itu terus menerus kulakukan hingga akhirnya gw nyadar bahwa gw hanya jadiin diri gw imitasi, gampang menyerah, dan punya dunia sendiri.

Tapi sepertinya hal tersebut ga pengen Tuhan rencanakan terus menerus, setiap ada masalah yang bernama “GW G NGERTI!!”, gw cabut, dari dulu, dari kecil. dan itu terjadi terus menerus dalam hidup, selalu, ga pernah tidak. hingga suatu hari gw nyadar, kekerasan kepala yang ada pada diriku bukan kelemahan seperti yang semua orang bilang selama ini.

Ga tau, satu hal yang gw pelajari dari hidup gw. Hidup itu seperti ujian terus menerus, terkadang kalo kita gagal di ujian A, sebelum kita naik tingkat ke A+1, mau bagaimanapun caranya, yang kita harus hadapi adalah ujian A.

itu yang sedang gw hadapi sekarang, ketika akhirnya target yang kuingini ternyata menyentuh bahkan sejalur dengan yang selama ini gw hindari, gw sadar, akhirnya, gw harus belajar untuk melakukan prosesNya. Terkadang banyakan sedihnya, ketika semua orang mandang sebelah mata, dan gw sendiri ingin menyerah, yang gw ingat adalah motivasi awal. Target gw adalah gw kalahin pandangan diri gw yang selama ini jadi tameng terbesar dalam hidup, sekarang gw mau belajar taat dan diproses.

Itu sulit? YA, sangat. Ini hal yang gw hindari seumur hidup gw. tapi yang ingatin hanya otak gw, Hidup cuma sekali, kalo ini sejalan dengan rencana Tuhan, walaupun hal ini sulit Tuhan ga akan biarkan dirimu Sendiri. Dia akan selalu besertamu, Dia udah janjikan.

Mustahil? TIDAK, ga ada yang mustahil bagi Tuhan.

Jadi aku ga akan menyerah, walaupun sekelilingku menyerah..

Semua orang berbeda, unik, dan sempurna. Yang perlu kita lakukan saat ini berjuang dan ga akan menyerah. Buat hidup ini berwarna,

Genggaman

Genggaman

mimpi gw selama kurang lebih setahun tercapai. sudah didalam genggaman.

Nikon D7000.

kenapa niat banget mimpiin? hmm karena yg gw pikirin masa depan. buat sebagian besar org memori adalah sesuatu yang gampang lepas, bagi gw memori adalah bahasa kasih yang diberikan Tuhan buatku.

Karena itu gw maksain diri buat dapat ini. setahun dan mimpi gw jadi kenyataan.

Jadi ada tanggung jawab baru yang gw dapat di tahun 2012, menjadi seorang pejuang fotografi. Tuhan ijinkan aku mendapatkannya, aku aku berjuang untuk bisa mendapatkannya.

Badai dan Bakpau

Badai dan Bakpau

November 2011..

Bulan penuh badai, penuh kekacauan, penuh kegilaan dalam hidupku. Seumur-umur dalam masalah yang dihadapi di hidup ga sampai 11 bulan untuk berjuang. tapi benar, ini perjuangan terlamaku untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Mari kita list berkat Tuhan selama November yang telah lalu.

Awal muasalnya dari kerjaan yang terus terang benar-benar udah mau dibuang ke tong sampah aja. Selama kira-kira 11 bulan ini, ini adalah hal yang sangat ingin kutinggalkan, udah dirancangkan mengenai “kembali ke habitatku”, TELEKOMUNIKASI, lupakan sejenak visi dan misi hidupmu, kejar dulu apa yang harus pasti. 11 bulan dalam keterkatungan dan emosi yang ga jelas, puncaknya bulan Oktober-November. Akhirnya ada kepastian (pasti tidak, atau iya) untuk posisi yang selama ini kupegang tapi tidak jabatanku. Harus adanya seleksi terbuka dari seluruh Indonesia, jika mau tetap di posisi ini. Luar biasa memangnya, akhirnya ikut seleksi juga. Mulai dari tes tertulis sampai tes interview. Nah setelah tes selesai malah lebih kaget, kemungkinan besar saya tidak lulus. Yeeaahhhhhhhh!!!

Butuh waktu satu hari untuk bangkit dalam kegilaan dan badai tersebut, tapi benar Tuhan luar biasa, satu hal yang menguatkannya hanya “Kalau Tuhan bilang ‘IYA’, mau seluruh dunia halangin juga ga akan bisa mengganggu. tapi begitu juga sebaliknya”

Satu hal yang ingin dilakukan adalah melempar sebelas bulanku ke tong sampah dan berlari mengejar ketertinggalan yang udah kulepas sebelas bulan lalu, tapi benar-benar penguatan itu terus terngiang-ngiang. Itu yang benar-benar menjadikan energi untuk tetap bertahan.

Tuhanku sanggup kok. saya bersama Tuhan, siapa lawan saya.

Hingga di bulan november mencoba bangkit dalam menetaskan semua masalah di posisi actingku ini. Bulan November Tuhan menambahkan sukacitaku, Ia berikan beberapa kesempatan melihat secercah harapan perubahan di kerjaan yang kupegang, tapi tetap aja dalam otak  ”saya cape-cape kerja, nanti orang lain juga yang dapat kerjaan”. Akhirnya memang cuma setengah semangat yang ada.

Hari ini, 7 Desember 2011. Tuhan berikan kesempatan itu, Ia mengatakan aku masih akan di Sumba Barat. Ternyata setelah mengalami perjuangan penuh derita dari atasanku, atasan atasanku, atasan3ku, yahh benar kata atasanku saat rapat tadi, “Mungkin banyak doa yang dipanjatkan”, tiba-tiba posisi ini semula entah punya siapa, bisa saya pegang. :)

Senang. Bingung. Kacau. Tapi satu pelajaran yang kudapat saat ini, Allahku merencanakan semua yang tidak kita kira. Mungkin kira butuh masalah, tekanan, kekacauan, dan hidup yang penuh kesulitan terlebih dahulu baru bisa merasakan manfaat nya. seperti artikel di bawah ini (yang pernah kuberikan kepada seorang teman untuk menguatkanny):

Ester, aku punya cerita seru yang selalu kuingat pas kuliah. Soalnya dosenku suka banget cerita tentang ini, dan mpe sekarang pun masih berbekas. Beberapa hari ini aku bagiin cerita ini buat teman-teman disini, Sumba Barat, dan sekarang aku juga pengen bagiin ke dirimu,, heehheehhheee…..

Ada seorang bapak, dia suka sekali beroahraga nah, suatu hari dia berolahraga, setelah selesai berolahraga ternyata dia luaaapppaar kaliiiii. lalu dia pulang dan ternyata di rumah ada satu panci yang isinya bakpau. Karena dia lapar kemudian dia mengambil satu bakpau, ternyata belum buat dia kenyang, ga terasa maknanya pun satu bakpau itu, pikir bapa ini. Kemudian dia mengambil satu bakpau lagi, belum terasa juga, lalu dia ambil bakpau ke-3, ke-4, ke-5, hingga akhirnya ke-7, Bapak ini pun kemudian merasa kenyang, sambil bergumam, “Coba dari tadi saya makan bakpau ke-7 ini, pasti sudah kenyang.”.

Menurutmu benar g gumamam bapak tersebut?

Begitu ceritanya,, kadang doa yang kita berikan masih dalam proses Tuhan sediakan bagi kita, entah itu mungkin tahap yang pertama, tahap kedua, yang belum kelihatan apa-apa dihadapan kita, tapi jangan pernah berhenti berharap. Bayangkan kalo Bapak itu sebel karena ternyata hingga 2 bakpau dia masih belum kenyang, lalu dia keluar dan tidak menghiraukan rasa laparnya, padahal sebenarnya masih ada bakpau yang bisa dia makan, jika dia sabar sedikit lagi memakan satu persatu bakpau tersebut pasti dia akan kenyang, nah sperti itu juga, bagaimana kalau kita sabar sebentar saja hingga jawaban Tuhan atas segala masalah kita dapat, karena sepengetahuanku, sampai saat ini DIA ga pernah mengecewakanku..

Jadi ter, apapun masalah kita, tetap berdoa, doa bisa buat kita tetap kuat menghadapi kegilaan dunia yang kita tidak tahu arahnya kemana,, hehehhehheee. Mungkin Tuhan pengen bentuk kita selama proses menunggu jawabannya, tenang aja ya.. seorang teman bilang ke aku,,, “Nikmati proses dari Tuhan”,, jadi biarkan saat ini kita menikmatinya ya ya ya.. ^^

semangat!!!!

Seperti nya hidup memang kejam, apa yang pernah saya bilang ke teman malah kena saya, malaaaaaahhh jauh lebih sakit. Tapi itu benar-benar kasih yang Tuhan berikan kepada saya untuk buat hidup lebih hidup. Terima kasih Tuhan.

Ledakan pikiran

Ledakan pikiran


Sebulan terakhir ini otak, tubuh dan emosi ga sinkron semua, berhubung memang di kerjaan penuh dengan deadline dan beban masa depan yang menumpuk. grrr. Hingga tiba-tiba bermunculanlah orang-orang dari belahan bumi lain yang singgah di Sumba Barat. Ujung-ujungnya selama sebulan ini dapat tugas tambahan (tapi senang juga, simbiosis mutualisme) jadi pemandu wisata yang tidak baik .. Pokoknya bulan november hingga desember ini tidak ada weekend yang berisikan tidur di rumah, semua pasti ada hubungan dengan pantai, air, dan SDA di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang baguuus… dan seperti itu menjadi energi untuk melewati sebulan penuh emosi ini \(^^)/.

Foto ini kuambil ketika weekend minggu kelima di dermaga Sumba Barat Daya, menyesal tidak bawa kamera digital, cuma ada kamera HP. Datang ke tempat ini udah bawa pikiran pesimis bahwa ga akan objek yang dapat diambil, ternyata salah besar. Matahari sore di tempat ini sangat baguuuus, bahkan semua menunjang, sempat sedih ga bawa kamera. memang pernyataan “selalu dan dimana saja bawa kamera” dari seorang teman saya, akhirnya kena juga hari itu.

 

 

Yah lumayanlah untuk menghilang kegilaan diri dengan menyalurkan dalam hobi-hobi.. saya sangat suka fotografiiii.

Terima kasih kepada Ester Yulianti yang secara terus menerus maksain saya nulis blog, akhirnya saya menulis blog. Tapi untuk kegilaan saya memfoto, bukan menulis. :)

Pasola Sumba Barat

Pasola Sumba Barat

Akhirnya melakukan proses menulis untuk kegiatan satu ini :)

Ketika mendarat di tanah Sumba, tidak membayangkan akan masuk dunia keindahan budaya. Ternyata Sumba terkhusus sumba Barat penuh dengan tradisi luar biasa dan sudah dilihat dari berbagai belahan dunia :D (jadi bangga…). Salah satunya Pasola.

Nah dua bulan setelah saya menetap disini, dikabarkan ada Perang Pasola. Hal tersebut membuat adrenalin meningkat, bayangkan ada begitu banyak turis-turis baik lokal dan luar yang berniat datang, apalagi saya sudah menetap disini, sayang jika tidak diikuti.

Sebelum mengikuti kegiatan tersebut coba browsing di internet informasinya, supaya ga bingung-bingung amat ketika menjalaninya dan dapat:

Tradisi Pasola adalah  sejenis permainan “perang-perangan” ala Sumba, secara tradisi adat Sumba bagi penganut kepercayaan lokal Marapu disebut Pasola. Pasola adalah permainan “perang-perangan” antardua kelompok “pasukan” berkuda yang berbeda dan saling berhadapan satu sama lainnya dengan saling melempar lembing yang ujungnya tumpul (baca: tidak lancip/runcing!) atau “tombak kayu” di area padang savana.  Setiap kelompok terdiri lebih dari antara 100-200 orang pemuda “bersenjatakan” tombak tumpul yang dibuat dari kayu – berdiameter kurang lebih 1,5 cm. Lembing demi lembing dilempar ke arah lawan dengan tujuan agar  terkucur darah lawan, pertanda demi kemakmuran tanah. Yang kena lempar tak boleh marah atau dendam. Suasana saling baku lempar lembing dalam Pasola, sambil diiringi pekikan kuda dan sorak-sorai penonton, dan … woow… kegembiraan menggema saat lembing mengenai sasaran di bagian tubuh lawan.

Secara etimologis (asal kata), kata “Pasola” berasal dari kata “sola“  atau “hola“, maknanya sebuah “tombak kayu” atau “lembing“.  Setelah mendapat imbuhan “pa” menjadi  paduan kata”pasola” atau “pahola“,  yang berarti  (sejenis) permainan uji ketangkasan dengan cara menggunakan dan melemparkan lembing ke arah depan atau lawan yang saling berhadap-hadapan antar muka.

Hingga sekarang (2011) pelaksanaan tradisi Pasola tetap berlangsung dalam agenda tahunan, dan menjadi festival guna promosi pariwisata, yang oleh Pemerintah Kabupaten setempat, yakni Pemkab Sumba Barat untuk Pasola di Lamboya, Wanukaka, dan Gaura. Sedangkan di Kabupaten Sumba Barat Daya, di kawasan Kodi ada lima tempat: Homba Kalayo, Bondo Kawango, Rara Winyo, Waiha, dan Wainyapu.  Bulan sama, antara Februari – Maret.

Kebetulan sayanya mengikuti kegiatan pasola Wanokaka, katanya sih ini pasola yang terbaik. Kegiatan ini cukup menggunggah nyali juga kita mulai tahapannya aja ya:

Diawali dengan doa dari para rato-rato:

ini rato yang tertua…

Dengan doa-doa tersebut diharapkan menghadirkan para leluhur. Tujuannya agar adanya berkat untuk waktu yang akan datang, yahh rentangnya mpe pasola berikutnyalah.

Hingga momen yang tepat dan doa telah dipanjatkan akan diutus dua orang rato yang akan memanggil “Nyale”, cacing laut yang ada hanya ketika pasola hmmm. Nyale ini dimakan loh, dan katanya proteinnya bagus, tapi saya juga belum pernah coba.

 

Ketika nyale telah didapat nanti para rato tersebut melakukan pengecekkan. Jika nyale tersebut gemuk dan baik maka diperkirakan hasil tanam untuk tahun itu akan seperti itu pula.

 

Setelah rato melakukan pengecekan saatnya para penonton, turis, dan lainnya dapat menangkap nyale untuk konsumsi pribadi. Terus terang adegan ini cukup menyenangkan. Melihat orang-orang pada geli melihat cacing, saya mah malah asik foto-foto.

 

Setelah itu adegan selanjutnya gw kurang ngerti juga ya, sepertinya adanya percakapan antar rato yang cukup berat (karena pake bahasa sini  dan saya tidak ada penerjemah, alhasil saya juga cuma memfoto). Percakapan itu sepertinya cukup penting, tapi ketika percakapan itu terjadi, pasola pantainya udah dimulai. Jadi kami berlari menuju pantai dan melihat proses pasolanya.

 

Bersama seorang Pater, yang sangat peduli dengan kebudayaan sini. Saya pengagum berat dia. Dia seorang Sumba Barat Daya yang mendedikasikan hidupnya untuk keberlanjutan kebudayaan Sumba. Sudah pernah menang lomba untuk foto-fotonya. Dan saat momen inilah saya pertama kali bertemu dengan dia.

 

(dapet fotonya kehalang dengan tongkat pasola, huufttt.. tapi mupeng dengan kameranya)

Hasil akhirnya kami berpetualang di pasola pantai . .

nah ternyata tidak berhenti sampai disitu, pasola ini pun berlanjut ke lapangan tepat di bawah kampung adat utama di wanukaka.


untuk kegiatan di pasola dataran dibuka langsung oleh Bupati Sumba Barat.

hmmm yah baru sejauh inilah cerita dan gambar tentang pasola sumba barat. berhubung kameranya kurang mendukung, dan cuma mode ini yang bisa menangkap kecepatan tinggi dan cahaya yang kurang, jadi bentuk foto-fotonya kayak gini. seorang teman Angel Supit, bilang fotonya serem, ga ada maksud, cuma mode yang mampu. Tahun depan ya pasola berikutnya, kalau ada saya ganti :)

its meee… hahahahaa :)

Cetakan Abadi

Cetakan Abadi

Hobiku banyak tergantung musim, kalo musim panas sukanya jalan, kalo musim hujan sukanya main hujan, kalo musim mangga sukanya makan mangga, dll. Tapi ada yang buat aku sangat tertarik terhadap sekelilingku jika melihat tingkah laku manusia diselilingku, ekspresi, gerakan tubuh, dan imajinasi yang terluangkan dalam tindakan mereka. Hampir setiap saat aku seringnya memperhatikan orang-orang disekelilingku dan terdiam, ya ampun manusia itu unik bangetnya, ada banyak hal luar biasa yang Tuhan ciptakan dan tidak ada satupun hal yang sama antar manusia.

Betapa mempesonanya ALLAH kita..

Nah berjalan dengan semuanya itu mutusin satu hal, membuat semua hal yang menarik dari otakku ku cetak dalam keabadian,, FOTO!!! mulailah dari hal hal yang kecil dan dapatkan hal-hal yang luar biasa.

Awalnya kumulai dari benda-benda tidak bergerak disekitarku,, weww ternyata menarik banget ya fotografi itu, benar-benar membekukan masa, mengubah ruang, dan mencetak imajinasi… Pokoknya menyenangkaaannnn..

Lalu apa yang kuhadapi selanjutnya ternyata lebih sulit, manusia dengan ekspresi, gerakan tubuh, dan tindakan ternyata lebih seperti angin yang bergerak sangat cepat, mungkin momentnya hanya sekitar sepersekian detik, aaahhh membuat semuanya benar-benar harus mutar kepala dan sigapp..

Belajar dan Belajar adalah saatnya untuk belajar, siapa tahu kalo aku berusaha bisa dapat yang terbaik,, sampai jumpa lagi dengan postku yang lain.. =)